Sabtu, 01 Juni 2013

Kamu Yang Gak Peka atau Memang Aku Yang Jatuh cinta Sendirian?


Kemaren, ketika masa suwung anak kost tiba (jem 23.00- sampe subuh) tiba, gue melakukan rutinitas seperti biasa, me-refresh Timeline Twitter. Biasanya, emang jam segitu banyak yang sedang meratapi nasib, dan curhat di Timeline, ada beberapa kemungkinan orang nge-tweet galau jam-jam segitu:

- Kesepian

- Bener-bener galau
- Meratapi nasib
- Ngenes
- pingin di Retweet orang biar bisa ngobrol
- butuh kasih sayang lebih

Ah sudahlah… This is actually the story of my life -__-


Tengah malem itu, gue menemukan satu tweet, yang menurut gue, cukup menarik buat diceritakan kembali, Udah dikode-in tapi gak peka-peka, kamu gak punya perasaan ya?”

Menarik. Banyak orang yang mengalami kejadian ini. Termasuk... *Berdehem*





Tidak peka dengan cuek itu berbeda.

Peka. Peka adalah sebuah kata yang menurut kamus jomblo gue dapat diartikan sebagai kata yang mewakilkan kemampuan seseorang dalam menerjemahkan suatu keadaan tanpa harus diucapkan. Mungkin seperti itulah kira-kira penjabaran dari kata peka itu. Kemudian kata peka yang diselipkan kata “Tidak” didepannya berhasil menggeserkan arti kata itu sebesar 1800 , sehingga kata itu menjadi “Tidak Peka”.

Sehingga, tidak peka mengandung arti yang berbanding terbalik dengan kata Peka.

Cuek adalah sebuah kata yang mencerminkan sikap seseorang terhadap suatu masalah. Orang yang cuek belum tentu tidak peka. Hanya saja orang yang cuek terlalu malas untuk ikut campur dalam segala urusan, dan mungkin hingga urusan pribadinya.



Terkadang orang gak peka itu nyebelin, sih. Kita ngode-nya udah se-kampret mungkin, tapi dianya tetep masa bodo.

Apa emang bodo? Entahlah.

ada banyak kemungkinan juga. kalo menurut gue, saat orang udah ngasih kode tapi orang yang di kode-in diem aja atau gak nanggepin, ada beberapa kemungkinan :

1. dia emang gak peka

2. dia gak peduli

3. dia gak peka & dia gak peduli

4. dia sebenernya peka, cuma....ya dia gak suka sama Elo. makanya di diemin aja.



“Akan ada masanya, berhenti mencintai yang tidak peduli adalah satu-satunya pilihan yang kamu miliki”. 



Buat kalian yang ngerasain kejadian seperti kejadian tadi,mungkin: Kode Elo ke dia, (masih) pending. Tetep sabar, bagi yang masih sabar. Mungkin, signal yang lo kasih belum kenceng.

Atau, lo harus seperti ini:




"Aku mengerti kamu. Kamu tidak mengerti aku. Lebih baik mencari jalan sendiri-sendiri."

Iyaa.. Layaknya kata-kata, kehidupan itu sungguh bermakna. Dan salah satu bagian dari kehidupan adalah berhubungan dengan orang lain. Entah orang itu baik, cuek, peka, ataupun sebaliknya. Kita hanya bisa menjalaninya. Walau terkadang kita terjerat dalam hubungan yang bisa menyakiti hati kita. Kita tidak punya tombol ‘Undo’ dalam hidup. Kita hanya bisa memilih untuk diam dengan artian tidak lari dari masalah, ataupun bicara dengan segala resiko yang harus kita pertanggungjawabkan. Semuanya terserah pada kita.

Tapi yakin saja pada satu hal. Kalau hidup yang banyak masalah itu lebih memperkaya hati dan jiwa. Membuat kita belajar memproteksi diri dan menjadi teman yang baik bagi orang lain. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu hari pasti. Walaupun hanya sedikit.

Karena sejelek-jeleknya harapan orang yang jatuh cinta sendirian adalah ketika berharap:


"Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu, aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu, tetapi kamu mengacuhkanku".



11 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...