Jumat, 10 Januari 2014

Selamat Ulang Tahun, Diriku.

11 Januari.



Selamat ulang tahun diri gue sendiri.


Gak sadar, udah (lumayan (unyu) tua) juga gue. Dulu waktu kecil pengin banget punya jenggot, sampe-sampe ngikut-ngikut kakak gue dulu nyukur jenggot, padahal belum punya jenggot. Sekarang.. jenggotnya udah kayak ilalang tanah lapang, tanpa harus gitu-gituan.

Dulu, sukanya ngejar-ngejar layangan yang putus. Eh.. sekarang malah gak suka putus.

Dulu, sukanya sehabis pulang sekolah, main petak umpet bareng temen-temen. Eh.. sekarang malah kebawa sampe gede: Ngumpetin perasaan.

Dulu, pas kecil suka banget mancing. Tapi, gue gak pernah handal. Pernah, seharian mancing, gue gak dapet sama sekali ikan, padahal temen-temen gue udah dapet satu ember.. Terbawa deh sampe sekarang: Gue bukan cowok yang pinter nyari ikan. 2 tahun lamanya gak pernah dapet ikan. Padahal selama 2 tahun ini, gue liat temen-temen gue, udah ganti-ganti ikan.

Ikan dibait-bait terakhir, dibaca: pasangan.


Dulu sukanya makan permen gula yang manis. Sekarang, sukanya makan ati yang pait.

Ini murni curhat.



I’m Capricorn




Arti : Makara


Simbol : Kambing


Periode : 22 Desember – 19 Januari



SIFAT YANG MENONJOL


Seorang pekerja keras dengan ambisi yang besar, itulah Capricornus. Meskipun sesuatu yang dihadapinya adalah sesuatu yang sukar, Capricornus tak pernah menyerah. Mereka biasanya gila hormat dan pesimis dalam menghadapi sesuatu hal yang tak berkenan di hatinya. Namun Capricornus adalah seseorang yang dapat diandalkan, cerdik, jujur dan setia. Mereka juga calon pemimpin yang baik, tapi agak berlebih sehingga cenderung ingin menguasai orang lain, terutama sahabat dekatnya. Capricornus juga mudah terharu, karena perasaannya yang peka dan sangat sensitif, Dan karena sifatnya ini juga ia mudah tersinggung.


Seorang Capricorn selalu dihantui perasaan khawatir. Dengan tiba-tiba saja kemurungan akan melingkupi dirinya tanpa alasan pasti. Meskipun dalam keadaan depresi, mereka tetap maju terus. Dalam mengadakan kontak, mereka selalu dipengaruhi oleh kedudukan, kekayaan atau turunan seseorang.


Masa lampau penting artinya bagi mereka. Itulah sebabnya mereka kebanyakan menyukai sejarah dan barang antik. Dan terkadang menilai orang dari sejarahnya. Seorang Capricorn tidak mudah melupakan segala tanggal yang mempunyai arti penting baginya. Kesehatan badannya selalu terganggu karena terlalu banyak pikiran dan depresi. Ini mempengaruhi pencernaannya.


PERCINTAAN


Capricornus adalah seorang pencemburu. Ia selalu menyimpan rasa curiga yang berlebihan terhadap pasangannya, namun ia adalah tipe orang yang setia. Bila sudah mencintai seseorang, ia akan tetap mencintainya dan takkan berpaling kepada orang lain. Ia juga akan memberikan perhatian dan kasih sayang lebih kepada orang yang dicintainya. Sebaliknya bila ia tak menyukai seseorang, ia tak akan segan-segan menolak tanpa mempedulikan perasaan orang lain.



Jodoh yang cocok untuk Capricornus : Virgo, Taurus dan Pisces.


Jodoh yang tidak cocok untuk Capricornus : Libra dan Aries.



PERGAULAN



Capricornus adalah seorang yang agak pemalu dalam memulai suatu hubungan, akan tetapi kalau sudah bersahabat, ia bisa menjadi sahabat sejati yang rela berkorban demi sahabatnya dan bisa dipercaya. Namun apabila ada yang menyakiti hatinya, dalam sekejap Capricornus bisa berubah menjadi seorang pendendam dan tak peduli dengan perasaan orang lain.


FASHION


Sederhana dan tidak berlebihan, demikianlah cara orang-orang Capricornus berpakaian. Walau ia seorang yang berkecukupan dan kaya raya, ia lebih suka berpenampilan apa adanya dan enggan menyombongkan diri.


PEKERJAAN


Jelas Capricornus adalah seorang pekerja keras, namun ia tidak akan merasa puas begitu saja apabila mendapatkan kedudukan yang tinggi tanpa kerja keras, ia lebih merasa tenang dan lega apabila kesuksesannya itu didapat dari hasil kerja kerasnya.


Pekerjaan yang cocok bagi orang Capricornus :



Pengacara, Musisi, Pedagang, Dokter, Apoteker, dan Wartawan ( Gak ada cita-cita gue sama sekali -_- )


PERKAWINAN


Selektif dan tidak sembarang pilih, begitulah sikap para Capricornus dalam memilih pasangan hidupnya. Karena, sekali ia memilih seseorang, maka ia tidak akan berpaling darinya untuk selamanya. Ia juga akan mempertahankan mati-matian perkawinannya dan bersikap setia kepada pasangannya.



REJEKI


Umumnya, orang-orang Capricornus memiliki rejeki yang bagus. Berkat kejujuran dan kebaikan hatinya membantu orang-orang yang sedang kesusahan, maka rejeki tak pernah habis dan selalu datang setiap saat. Apalagi Capricornus buka tipe orang yang suka foya-foya, jadi ia tak akan mengalami kesulitan keuangan.


ISTRI CAPRICORNUS


Pandai mengatur keuangan, hemat dan rajin menabung, serta pintar mendidik anak-anaknya dengan baik. Selain itu juga pandai memasak dan mengarahkan suami ke jenjang kesuksesan. Ia juga setia dan memiliki cinta kasih yang dalam kepada keluarganya.


SIFAT-SIFAT POSITIF


Pandai berhemat, jujur, setia, tidak suka berfoya-foya, ringan tangan, pandai menyesuaikan diri dan tidak suka menyombongkan diri.


SIFAT-SIFAT NEGATIF


Pesimis, tidak percaya diri, egois dan pencemburu, serta selalu ingin menguasai orang lain dan pendendam.


HARI BAIK



Senin, Kamis, Sabtu



Yang gue tebelin itu sepertinya emang ‘gue banget’, bukannya mau ngerenin diri sendiri, tapi.. selama gue bernafas di bumi sampai sekarang, gue ngerasa, itulah yang terbenak di dalem diri gue. Karunia gusti Allah. Gitu.


Sebenernya gue orang yang gak percaya zodiak sih.. Tapi setelah dibaca-baca kok ya ada benernya juga. Jadi gue rada percaya deh, “Udah tua tetep aja labil lo, nyet..,” diri gue, ngomong sama diri gue sendiri.


Di ulang tahun kali ini gue cukup bersyukur atas apa yang terjadi di hidup gue. Yoih, walaupun kisah percintaan gue kek ketek mandor, asem. Gue tetep bersyukur, masih punya keluarga dan temen yang ajib. Dan gue masih punya mimpi yang besar, mengingat gue yang masih sangat muda untuk dikatakan gak mampu dalam meraih angan-angan yang gue idamkan selama hidup. Pernah sih.. ngerasa, terkadang hidup ini gak adil. Tapi ketika gue ngerasa, ketidak-adilan itu gue alami, gue merenung:  Hidup kadang gak adil buat kita dan kadang gak adil juga buat orang lain. Jadi intinya hidup itu adil.


Bahagia itu pilihan, bukan keadaan. Kalo diri sendiri yang gak ngebuat diri sendiri bahagia. Siapa lagi? Ya nggak? :)


Doaken, semoga gue bisa menjadi pribadi yang lebih awesome di ulang tahun gue yang kali ini.



Bisa menjadi anak yang gak neko-neko.

Bisa menjadi seorang yang tak canggung tentang cinta.

Bisa menjadi anak yang meraih semua cita-citanya.

Bisa menjadi pribadi yang gak menjengkelkan.

Bisa menjadi anak yang di ridhoi yang Di Atas, buat sukses.

Bisa menjadi anak yang ‘lebih’ dari harapan mama & papa.

Aamiin.




Happy Birthday to me.

Minggu, 05 Januari 2014

Jodoh Pasti Bertemu




“Kata orang, jodoh itu gak ke mana. So, I' ll stay.


Stay awesome!”


Yaudah deh. Manut.



Andai engkau tahu betapa ku mencinta

Selalu menjadikanmu isi dalam doaku

Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta

Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya


Jika aku bukan jalanmu

Ku berhenti mengharapkanmu

Jika aku memang tercipta untukmu

Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu


Andai engkau tahu betapa ku mencinta

Selalu menjadikanmu isi dalam doaku

Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta

Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya


Jika aku bukan jalanmu

Ku berhenti mengharapkanmu

Jika aku memang tercipta untukmu

Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu



-Afgan, Jodoh Pasti Bertemu


                                                                     



Entah mengapa, akhir-akhir ini gue suka banget sama ini lagu. Liriknya dalem, gitu. Kalo kata guru agama gue sih, lirik lagu ini mengajarkan kita untuk Tawakal. Asli, bukannya lebay, ini lagu kek jalan hidup gue. Semati-matiannya gue mertahanin si kampret (calon jodoh gue, yang gak jadi), kalo dia memang bukan jalan gue. Ya, gue cuma bisa bengong.

Semenjak ada lagu ini juga, jomblo-jomblo punya lagu kebangsaan nih..

Jodoh itu bukan kayak sandal jepit yang ada di masjid, gampang ketuker. Jodoh gak mungkin ketuker. Mungkin, cuma di puter-puter. Aslinya, temen kita yang suka tuh orang, eh.. malah kita yang ngedapetin dia, contohnya.







Resolusi tahun 2013 gue gagal: Mendapatkan pacar.


Gue udah pontang-panting, banting-tulang, mondar-mandir, ngalor-ngidul, sampai joget oplosan, ‘pacar’ yang gue tunggu, gak kunjung datang, mampir pun, ogah.


Apa yang salah dari diri gue?

Kayaknya temen-temen gue gampang bener nyari pacar, sedangkan gue?

Sabar. Itulah hal yang bisa gue lakukan.


Berusaha, udah. Mencari, udah. Yaudah…


Dari sini, gue jadi punya prinsip baru: "Setelah menunggu, pasti ada yang datang.” 

“Aku tak punya radar untuk mengetahui keberadaanmu. Yang kutahu adalah bahwa Tuhan pasti akan memberikan sebuah atau beberapa tanda, yang menunjukkan bahwa kita memang sudah Dia jodohkan. ”

Setdah. 

Kalo kata Shitlicious, sih: “Kalo sabar ada batasnya, namanya ya belum sabar.”


Sejauh apapun dia jauh dari kita, kalo dia jodoh, pasti bakal deket lagi, katanya. Tapi.. sejauh mana dia berada? gue kepo. Kok, jodoh gue gak kunjung dateng. Yaudah, berpikir positif aja, mungkin jodoh gue hobi Travelling.


Yah.. gimana lagi, yang gue kira adalah orang yang bisa ngerti gue dalam kondisi apapun, malah ngilang gitu aja. Yang gue kira orang yang motivasi gue setiap hari, ternyata doi juga motivasi cowok lain. Yang gue kira perhatian setengah mati sama gue, ternyata dia juga lebih perhatian sama mantannya. 


Lo semua pada ngalamin ini gak sih?

Masa cuma gue? Ah.. shit..






Gak kerasa.


Tahun begitu cepat berganti. Tinggal ngedipin mata udah 2014. Semoga tahun ini adalah tahun yang awesome. Semoga tahun 2014 ini gue bisa masuk Universitas yang gue idamkan, semoga tahun ini gue bisa ngembangin semua cita-cita gue. Yaps, gue udah tambah gede.

Gue juga optimis, tahun 2014 ini gue bisa dapet premaisuri yang gue tunggu selama ini, iya.. Selama ini. Dengan brewok yang mulai menghiasi wajah gue, gue yakin banyak cewek yang bakal nyamain gue sama kayak bang haji... Eh.. Salah.. kayak Adam Levine.


Yaps: 

“Jodoh itu seperti mati,kalau memang belum saatnya maka takkan bisa kau dapati ia.”


Tapi inget juga:

“Jodoh itu gak kemana, tapi kalo Elo diem aja. Jodoh lo yang kemana-mana.”



Semoga di tahun 2014 ini, kalian yang belum dapet pasangan di tahun 2013, semoga di temukan dengan ‘doi’, entah siapa itu. Cieee.

Kalo belum dapet juga?

Wajah mungkin gak salah, mungkin ke-gengsi-an-mu yang berulah.


Semoga di tahun 2014 ini, kalian yang di tahun 2013 di PHP-in, semoga diberi harapan yang nyata, gak dapet harepan yang bullshit lagi.

Kalo masih di PHP-in juga?

Mungkin kamu yang mudah GR, okelah dibuat PR.


Semoga di tahun 2014 ini, kalian yang di tahun 2013 di tinggal gebetan balik sama mantannya, semoga lekas Move On, buktikan ke dia, kalo ‘Lo bakal menyesal’.

Masak sih?

Yoih. Percuma aja lo cinta sama orang yang masih cinta masa lalunya? Lo maunya kan, jadi masa depan dia? Iya nggak? Lah dia aja masih hidup di masa lalu. Sia-sia. Kalo kata Mario Teguh sih, lo semua harus punya prinsip: “Hapuslah keterikatanmu dengan masa lalumu, atau aku tak akan menjadi bagian dari masa depanmu.”


Yang hatinya masih terlantar di tahun 2013 semoga segera ada yang gembok di tahun 2014 ini. Semoga kisah cinta yang buruk gak berlanjut di tahun 2014 ini. Yaps, Jodoh pasti bertemu.


Semoga yang di semogakan di tahun ini, terkabul semuanyaaaaaah. Aamiin.


2014. Masih terus kejar semua angan-anganmu, bertindak dan berdoa; Hingga semesta bosan mendengar, dan memberikannya padamu.



Kamis, 19 Desember 2013

So, I can Move On.




Dilema.


Gue benci dengan perasaan kampret ini. Antara mau maju terus apa tahu diri. Gue benci pilihan. Gue sempet berfikir untuk masa bodoh, tapi semakin gue berusaha mem-masa-bodoh-kan diri gue, gue semakin memikirkan. Rasanya kalo kepala ini bisa di bongkar pasang, gue langsung bongkar. Raga dan hati gue sedang tak bersatu; di satu sisi raga gue pengin tetep maju, di satu sisi hati gue memikirkan hal terburuk.


Gue selalu memutar lagu keras, gue selalu berkumpul dengan teman-teman gue, gue selalu menyibukan diri gue, untuk ngelupain dia, tapi hasilnya nihil. Setelah semua hal itu gue lakuin, dan ketika gue sendiri, gue langsung kepikiran dia.

Alasan, paling sulit gue untuk Move On adalah: Kita satu sekolahan.

Semua ini, mungkin juga salah gue, gue setengah-setengah dalam ngedeketin dia. Ketika gue minta pendapat ke temen gue, mereka pasti jawab “Udah, tembak aja. Daripada lo malah kepikiran gak pasti, gini.. Toh kalo di tolak juga gak masalah, semua udah beres kan?” setelah banyak saran yang gue dapet, gue dan diri gue menyimpulkan: Yaudah. Maju.



Masih di tempat biasa.

Di tempat dimana gue sering menghabiskan waktu, entah sendiri atau sama temen-temen. Peacock Coffee. Pahit. Sengaja mempahitkan kopinya, tanpa menambah gula.

“aku adalah kopi dan kau adalah gulanya, kau tau bagaimana rasanya hidupku tanpa kamu?”



Hari ini adalah hari ke 18 gue sama sekali ngehubungin dia, dan handphone gue tanpa pesan dari dia, sama sekali. Waktu itu juga gue sengaja semingguan gak ngebuka Twitter, account Twitter gue, gue log out di hape biar gak ada pemberitahuan, dan kalo buka laptop cuma nge-Blog. Lagi males aja, stalking.

Tepat seminggu gue gak buka Twitter sama sekali, gue iseng-iseng buka lagi, dari iPad temen gue. Lagi asyik mantengin mention yg masuk, gue ngelirik sedikit ke atas, ternyata ada Direct messages. Gue buka deh.

Ternyata dari si Lara.

Ada 8 pesan masuk dari dia. Yang intinya, dia minta maaf atas kejadian yang gue ceritain disini Tempat Reparasi yang Gagal. Karena gue masih rada gonduk waktu itu, gue biarin deh DM dari dia.

Gue cuma membaca tanpa ada niatan membalas.

“maaf. ya mungkin engga gentle bilang minta maaf di DM. maaf buat kemaren,” sepenggal maaf dari dia, yang sebenernya masih panjang. Waktu itu, gue masih menganggap maaf itu hanya maaf biasa, kayak maaf kalo dia ninggal gue tidur duluan, gituh.


“Bro, kemarin dia minta maaf ke gue kayak gini, bales apa biarin?” kata gue, ke temen yang biasa gue curhatin, sambil meliatkan DM dari dia.

“Bentar,” kata temen gue, sambil ngebaca DM dari dia.

“Gimana?” celetuk gue.

“Gile.. baleslah, dia kayaknya minta maaf-nya tulus, sepanjang ini lagi. Dia kayaknya ngerasa bersalah, bales buruan,” ucap temen gue.

“Yaudah, gue bales nanti malem ajalah, jam segini dia jarang buka Twitter”.


Malem ini, niatnya gue mau bales DM dari dia, tapi.. Gue kembali berfikir, DM-nya udah lama, kalo gue bales, juga gak guna (mungkin). Kesalahan dari hidup gue selama ini adalah: Gue selalu memikirkan hal Negative-nya dulu. Kapan gue bisa maju kalo gini terus.


Pesan itu bener-bener gue abaikan.


Sampai gue menulis semua ini, gue udah gak pernah sapa-sapaan sama dia, entah secara langsung atau lewat handphone. Tapi yang gue tahu, dia tambah akrab banget sama mantannya, entah udah balikan atau belum, gue gak tau, gue mulai bisa menerima kenyataan. Semua yang memang harusnya milik kita pasti akan kita genggam kembali, dan yang harusnya terlepas, sekuat apapun digenggam pasti akan lepas. Hati kecil gue, masih pengin deket sama dia. Kemarin gue sempet nge-Line tapi gak di read, ternyata setau gue, hape dia lagi rusak. Sebenarnya, gue pengin ngehubungin dia lewat sms, tapi, lagi, gue selalu berfikir negative dulu; “Yah, mungkin dia lagi asyik sama mantannya (ntah sms-an, telfonan), mungkin gue juga gak perlu juga”

Dan, gak jadi.


Gue masih berfikir, kalo dia ngebutuhin gue, dia pasti ngehubungin gue, dan sebaliknya. Gue selalu terbuka untuk dia. Dia udah banyak ngerubah hidup gue, ke arah yang baik, walaupun baru kenal sebentar. Jari gue masih siap membalas pesan dari dia. Selama gue masih bersuara gue masih siap menerima telfon atau ngobrol langsung sama dia. Selama gue masih membuka mata disini (di tempat ini) gue masih siap membuat dia tersenyum, ketika dia bersedih, sedih karena mantan terindah dia itupun, gue masih siap menjadi pendengar dan Mario Teguh dadakan buat dia. Walau dia gak di samping gue, gue selalu memastikan dia bahagia, gue sering curi-curi pandang ke kelas dia, dari jendela kelas gue, ngamatin apa yang sedang dia lakukan. Terkadang, ada yang janggal di hati juga sih.. Ketika ngeliat dia tersenyum, dan senyum itu bukan berasal dari gue.


Kopi gue mulai dingin nih. Gak sadar juga, ternyata dia (Lara) udah banyak gue tulis di Blog, mulai Cinta Dalam Diam terus I'm not an option, I'm a priority lalu Tempat Reparasi yang Gagal dan ini.

Kemarin gue membaca sepenggal tulisan dari salah satu penulis favorit gue Darwis Tere Liye:


“Jika dua orang memang benar2 saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi ‘hadiah’ yg hebat utk orang2 yg bersabar.

Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.”


Tulisan itu sedikit men-doktrin pikiran gue yang awalnya “Yaudahlah.. biar dia sama mantannya,” menjadi “Yaudahlah.. Biar waktu yang menjawab".



Mungkin, ini adalah tulisan terakhir tentang dia.






Hai, Lara. Say hello to Everyone!




For the last time...


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...